Plakatri.com – Sulaiman alias Acun meminta Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie memberikan perhatian terhadap perkara yang dilaporkannya dan hingga kini dinilainya belum mendapat kejelasan.

Ia berharap proses hukum dilakukan secara profesional, objektif, transparan, serta berdasarkan fakta, bukti dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

 

“Saya tidak meminta Polda Sulut memihak kepada saya. Saya hanya meminta kepastian hukum. Kalau memang ada bukti dan unsur pidananya terpenuhi, silakan diproses sesuai hukum. Kalau tidak terpenuhi, sampaikan juga kepastian hukumnya,” ujar Sulaiman.

Menurutnya, hukum harus menjadi panglima dan ditegakkan tanpa membedakan seseorang berdasarkan suku, agama, ras, jabatan, status sosial, kekuasaan maupun kedekatan dengan pihak tertentu.

Sulaiman juga mengaku mendapat informasi mengenai dugaan intervensi dari oknum pejabat yang disebut berkaitan dengan penanganan perkara tersebut. Namun, ia menegaskan informasi itu belum dibuktikan dan dirinya tidak ingin menuduh pihak tertentu tanpa bukti.

“Saya mendengar adanya dugaan intervensi, tetapi saya tidak mau menuduh tanpa bukti. Karena itu, saya meminta Kapolda melakukan pengecekan internal. Kalau memang tidak ada intervensi, mari buktikan melalui proses penanganan perkara yang transparan,” tegasnya.

Ia menekankan, dirinya tidak meminta perlakuan khusus maupun meminta polisi memenangkan perkara yang dilaporkannya.

“Kalau saya salah, silakan diproses sesuai hukum. Kalau saya benar, berikan juga hak saya sebagai warga negara. Yang paling penting, jangan ada intervensi,” katanya.

Sulaiman berharap Kapolda Sulut dapat memberikan atensi dan memastikan proses penanganan perkara berjalan sesuai prosedur. Baginya, transparansi bukan hanya menyangkut kepentingan pelapor, tetapi juga menyangkut kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

“Saya tetap percaya Polda Sulut mampu bekerja secara profesional. Karena itu, saya berharap kepercayaan tersebut dijawab dengan proses hukum yang transparan, objektif dan memberikan kepastian,” ujarnya.

Ia pun berharap apa pun hasil akhir perkara tersebut nantinya benar-benar didasarkan pada fakta dan alat bukti yang sah.

“Kalau hukum memang menjadi panglima tertinggi, mari kita buktikan bersama di Sulawesi Utara. Tidak boleh ada pandang pilih,” pungkas Sulaiman